Bikin game bagus doang ternyata nggak cukup buat tembus pasar global. Itu pesan Luat Sihombing, Direktur Game Kementerian Ekonomi Kreatif, waktu Indonesia Pavilion hadir di Gamescom Asia 2026 di Bangkok. Pernah kepikiran nggak, kenapa harus Thailand? Soalnya, menurut Luat, industri game dan komunitas gaming di sana cukup kuat, jadi developer kita bisa langsung belajar selera pemain dari budaya yang beda. Nah, resepnya ada tiga. Game wajib punya unique selling point yang jelas, paham target pasarnya, dan diperlakukan sebagai bisnis jangka panjang. Tapi bukan cuma itu doang, lokalisasi juga penting, mulai dari bahasa sampai konteks budaya, biar game lebih gampang diterima pemain luar negeri. Yang bikin makin menarik, Direktur Konten Digital, Yuana Rochma Astuti, bilang developer punya game dan IP, sementara kreator punya audiens dan komunitas. Kalau dua-duanya kolaborasi, potensinya besar banget. Tapi ya, pasar game makin kompetitif, jadi kemampuan teknis aja nggak cukup, pengalaman bermain dan identitas game juga jadi penentu. Nah, menurut kamu, game lokal mana yang ciri khasnya paling kuat? Tulis di kolom komentar!
Bidik Pasar Global, Kemenekraf Bawa Game Indonesia ke Gamescom Asia 2026
Contoh tampilan GamesMu.
Tim RedaksiRedaksi GamesMu
Tim redaksi GamesMu. Meliput berita game, e-sport, review, dan tips untuk gamer Indonesia.
Lihat semua artikel

